Pedoman Pemberian Beasiswa Dan
Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik
Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta
Di Lingkungan Kopertis Wilayah VII Tahun Anggaran 2014

I. PENDAHULUAN :

A. Latar Belakang
Setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Hak setiap warga negara tersebut telah dicantumkan dalam pasal 31 (1) Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan pasal tersebut, maka pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi, dan masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan. Untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu diperlukan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu bagi setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya, dan berhak mendapatkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi.
Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab V pasal 12 (1.c), menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. Pasal 12 (1.d), menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.
Peraturan Pemerintah nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, bagian kelima, pasal 27 ayat (1), menyebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik yang orang tua atau walinya tidak mampu membiayai pendidikannya. Pasal 27 ayat (2), menyebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi.
Mengacu kepada Undang-undang dan Peraturan Pemerintah tersebut, maka Pemerintah melalui Kopertis Wilayah VII Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengupayakan beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi dan pemberian bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi dalam bentuk Beasiswa dan Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik (BBP-PPA).

B. Dasar
1. Undang–Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
3. Peraturan Pemerintah nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah nomor 66 tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
5. Peraturan Menteri nomor 30 tahun 2010 tentang Pemberian Bantuan Biaya Pendidikan kepada peserta didik yang orang tua atau walinya tidak mampu membiayai pendidikan;

C. Maksud dan Tujuan :
Maksud dan tujuan pemberian Beasiswa dan Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik (BBP-PPA) sebagai upaya pemerintah untuk :
1. Meningkatkan prestasi mahasiswa penerima baik kurikuler, ko-kurikuler, maupun ekstrakurikuler serta motivasi berprestasi bagi mahasiswa lain;
2. Mengurangi jumlah mahasiswa yang putus kuliah, karena tidak mampu membiayai pendidikan;
3. Meningkatkan akses dan pemerataan kesempatan belajar di perguruan tinggi.

D. Sasaran :
Sasaran pemberian Beasiswa dan Bantuan Biaya Pendidikan Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik diberikan kepada Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan Kopertis Wilayah VII yaitu :
1. Mahasiswa berprestasi baik pada bidang akademik, intra, ko dan atau ekstra kurikuler);
2. Mahasiswa berprestasi pada bidang intra, ko dan atau ekstra kurikuler yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi.

II. KETENTUAN UMUM
A. STATUS MAHASISWA
1. Calon penerima beasiswa adalah mahasiswa yang kuliah pada Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan Kopertis Wilayah VII;
2. Calon penerima beasiswa adalah mahasiswa yang masih aktif, dalam jenjang pendidikan Diploma dan Sarjana;
3. Calon penerima adalah mahasiswa yang sudah duduk pada semester II.
4. Calon penerima adalah mahasiswa terdaftar pada laman forlap.
III. KETENTUAN KHUSUS
Untuk dapat menjadi calon penerima Beasiswa dan Bantuan Biaya
Pendidikan PPA, mahasiswa harus memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus sebagai berikut :

A. PERSYARATAN
1. Umum
Beasiswa dan Bantuan Biaya Pendidikan PPA diberikan kepada mahasiswa :
a. Jenjang S1/Diploma IV serendah-rendahnya pada semester II dan setinggi-tingginya pada semester VII (belum dinyatakan lulus pada tahun 2014).
b. Jenjang Diploma III, serendah-rendahnya pada semester II dan setinggi-tingginya pada semester V (belum dinyatakan lulus pada tahun 2014).
c. Dapat diberikan mulai semester I apabila mahasiswa memiliki prestasi sangat baik di sekolah khususnya nilai ujian nasional dan nilai rapor kelas X s.d. XII dan direkomendasikan oleh Kepala Sekolah.
Mahasiswa yang memenuhi persyaratan tersebut di atas, harus mengajukan permohonan tertulis kepada Rektor/Ketua/Direktur Perguruan Tinggi Swasta dengan melampirkan berkas sebagai berikut :
a. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Kartu Rencana Studi (KRS) atau yang sejenis sebagai bukti mahasiswa aktif;
b. Fotokopi piagam atau bukti prestasi lainnya (ko-kurikuler dan atau ekstra kurikuler) yang diselenggarakan oleh Kemdikbud dan atau organisasi lain baik pada tingkat Nasional, Regional, maupun Internasional;
c. Surat pernyataan tidak menerima beasiswa/bantuan biaya pendidikan lain dari sumber APBN/APBD yang diketahui oleh Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan;
d. Rekomendasi dari Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta;
e. Fotokopi Kartu Keluarga.

2. Khusus
Untuk calon penerima Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) wajib melampirkan fotokopi transkrip nilai dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) paling rendah 3,00 yang disahkan oleh Pimpinan perguruan tinggi;
Surat Keterangan penghasilan orang tua disahkan oleh yang berwenang (bagi pegawai negeri/swasta disahkan oleh bagian keuangan, dan yang bukan pegawai negeri/swasta surat pernyataan penghasilan orang tua bermeterai, disahkan oleh Lurah/Kepala Desa);
Untuk calon penerima Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik (BBP-PPA), wajib melampirkan:
a. Fotokopi transkrip nilai dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) paling rendah 2,75 yang disahkan oleh pimpinan perguruan tinggi;
b. Surat keterangan penghasilan orang tua dari instansi tempat bekerja atau surat pernyataan penghasilan orang tua bermeterai bagi yang berwirausaha (disyahkan oleh Lurah/Kepala Desa);
Kopertis, karena alasan atau kondisi tertentu dapat menambahkan ketentuan, termasuk mengubah batas IPK terendah yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Koordinator Kopertis, dan pemberian beasiswa kepada mahasiswa program Diploma II, harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud.

B. PENETAPAN
1. Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) :
Apabila calon penerima melebihi kuota yang telah ditetapkan, maka perguruan tinggi dapat menentukan mahasiswa penerima sesuai urutan prioritas sebagai berikut ;
a. Mahasiswa yang memiliki IPK paling tinggi;
b. Mahasiswa yang memiliki SKS paling banyak dalam satu angkatan;
c. Mahasiswa yang memiliki prestasi ada kegiatan ko/ekstra kurikuler (penalaran minat dan bakat) tingkat internasional/dunia, Regional/Asia/Asean dan Nasional;
d. Mahasiswa yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi paling tinggi.

2. Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik (BBP-PPA):
Apabila calon penerima melebihi kuota yang telah ditetapkan, maka perguruan tinggi dapat menetukan mahasiswa penerima sesuai dengan urutan prioritas sebagai berikut :
a. Mahasiswa yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi paling tinggi;
b. Mahasiswa yang memiliki prestasi pada kegiatan ko/ekstra kurikuler (penalaran,minat dan bakat) tingkat Internasional/dunia, Regional/Asia/Asean dan Nasional;
c. Mahasiswa yang mempunyai IPK paling tinggi;
d. Mahasiswa yang mempunyai SKS paling banyak dalam satu angkatan;
e. Mahasiswa yang berasal dari daerah 3T.
PENGHENTIAN
Pemberian Beasiswa dan Bantuan Biaya Pendidikan PPA dihentikan apabila mahasiswa :
1. Telah Lulus;
2. Mengundurkan diri/cuti;
3. Menerima sanksi akademik dari Perguruan Tinggi;
4. Tidak lagi memenuhi syarat yang ditentukan;
5. Memberikan data yang tidak benar;
6. Meninggal dunia.
PENUTUP
Untuk keberhasilan pelaksanaan pemberian Beasiswa dan Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan Kopertis Wilayah VII sebagai upaya pemerintah membantu para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikannya, terutama dengan mempertimbangkan kondisi keterbatasan ekonomi akan tetapi memiliki prestasi akademik tinggi.
Agar pemberian beasiswa mencapai sasaran, diperlukan dukungan dan kerjasama yang baik dari Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan Kopertis Wilayah VII penerima bantuan.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat memperkecil jumlah mahasiswa putus sekolah/ tidak mampu menyelesaikan pendidikannya, sehingga dapat meningkatkan dan atau mempertahankan mutu pendidikannnya.